Tuesday, December 27, 2005

Angry yasmin

Monday, December 19, 2005

Anggota DPR Studi Banding tempat wisata

huuuuuu....sorakan seperti ini biasanya untuk suatu yang janggal atau tidak disukai dan mungkin lebih sering digunakan untuk remaja maupun anak-anak, karena orang dewasa seyogyanya punya cara yang lebih intelek dalam menyikapi hal-hal demikian, tapi kali ini saya akan menggunakan cara ini, huuuuuuuuuu......untuk anggota DPR RI yang menurut Gusdur adalah "kelompok anak TK", yang baru saja melawat ke Mesir.
lebih kurang 6 bulan yang lalu anak-anak TK (Anggota DPR) ini merengek untuk diberikan tunjangan 10 juta yang katanya untuk dikembalikan kekonstituennya yang menderita akibat kenaikan bbm, dan beberapa hari yang lalu dana tersebut pun turun. apakah dana tersebut diberikan kekonstituen ? entahlah, tapi yang jelas tau-tau muncul agenda keluar negeri untuk studi banding dan berangkatlah kemarin mereka ke Mesir untuk 4 hari.
menurut berita koran KR, anggota dewan hanya bertemu dengan ketua DPR Mesir yang baru selama 1 jam 15 menit saja, sisanya hari mereka gunakan untuk wisata !! (namanya juga anak TK, lebih banyak bermain daripada bekerja), yang jadi pertanyaan dimana studi bandingnya ? rupanya mereka cuma mau studi banding tempat wisata, karena lebih banyak wisata dari pada pertemuannya. inilah potret yang katanya wakil rakyat Indonesia, mereka sudah tidak malu-malu lagi mempertontonkan "kebebalannya" , sikap masa bodo, tutup mata, tutup telinga terhadap protes masyarakat, mereka sudah tidak sungkan menunjukkan bahwa mereka masih bisa jalan-jalan keluar negeri meskipun kondisi krisis ekonomi melanda negri ini, seolah mereka berkata " siapa bilang kami jadi miskin karena krisis "... padahal hidup mereka dan keluarganya dibiayai uang rakyat !!

Wednesday, December 07, 2005

menatap langit

dua orang sahabat dalam perjalanan melintasi gurun, ditengah perjalanan mereka beristirahat karena haripun sudah malam. beberapa jam kemudia salah seorang dari mereka terbangun dan kemudian membangunkan temannya yang masih tertidur,

orang I : "teman, liatlah keatas dan katakan apa yang kamu lihat"
orang II : "saya melihat jutaan bintang yang indah"
orang I : " jadi apa artinya itu"
orang II : (dia merenung sejenak) "ahli ilmu falak pernah bilang
angkasa itu memiliki jutaan galaksi yang kemungkinan
besar terdiri dari jutaan planet, dan kata ahli falak
keadaan seperti ini berarti keberuntungan bagi orang
yang berbintang leo. kalo dari waktunya keadaan seperti
ini kira-kira jam 3 lewat seperempat menjelang pagi, kalo
menurut orang alim keadaan adalah bukti kekuasaan
tuhan, tapi kalo menurut ahli meteorologi dan geofisika,
hal ini menandakan esok hari akan cerah....lha menurut
kamu sendiri bagaimana ?
orang I : (sambil geleng-geleng) kamu ga usah cerita
kemana-mana, kamu tau nggak, kalo kita bisa melihat
langit itu artinya tenda kita dicuri orang O'ooooon !!!
orang II : ??????


dari teman

Sunday, November 27, 2005

memilukan

berapa waktu lalu ketika kenaikan bbm yang begitu meyengsarakan rakyat kecil, wakil presiden dengan entengnya mengatakan "kalo tak bisa beli bensin ya jalan kaki", ketika para petani dan masyarakat menjerit meminta untuk tidak import beras agar harga beras tidak turun, wakil presiden dengan entengnya juga mengatakan" import beras akan tetap dilakukan", ketika wakil presiden didemo para guru tentang kesejahteraan guru, dengan mimik emosi wakil presiden mengatakan "jangan melecehkan bangsa ini, gaji guru toh tidak habis dalam satu hari" , tentang masih banyaknya sekolah yang rusak dan tak layak wakil presiden mengatakan "toh masih lebih baik dari kandang ayam",...sungguh memilukan, sebenarnya siapa yang melecehkan masyarakat yang sudah miskin ?, siapa yang melecehkan petani ?, siapa yang melecehkan para guru ?, dan siapa yang melecehkan bangsa ini dengan pernyataan macam ini ?

Thursday, November 10, 2005

Berita Baru dengan Cara lama..



Hari ini media TV maupun surat kabar dihebohkan dengan berita penggerebekan rumah kelompook dr.azhari yang katanya sebagai gembong teroris nomor wahid yang dicari pemerintah Indonesia. Namun banyak sekali kejanggalan-janggalan yang saya rasakan dalam kasus ini. Beberapa hari sebelum adanya berita penggerebekan kelompok dr.azhari muncul kasus pembunuhan dan penembakan pelajar didaerah poso dan juga tawuran antar desa serempak dibeberapa wilayah. Pembunhuan 3 pelajar hingga kini belum jelas siapa pelakunya sudah muncul lagi kasus penembakan 2 pelajar yang menyebabkan banyak pihak bertanya-tanya kenapa ini bisa terjadi ? apa saja kerja intel polisi dan Negara selama ini ? penyelesian kasus-kasus pengeboman yang terjadi selalu terkesan polri tidak mempunyai kemampuan untuk meyelesaikannya bila tidak ada data intelejen luar negeri dalam hal ini Amerika maupun Australia. Padahal kebenaran dari informasi luar negeri belum tentu benar tapi itulah Indonesia dengan polri dan bin-nya selalu mau dicekoki informasi dari luar yang selalu dianggap benar yang akibatnya banyak sekali kejadian salah tangkap terutama terhadap aktivis-aktivis islam. Cara-cara yang digunakan pun menggunakan cara-cara Amerika yang selalu menebarkan kebencian terhadap agama islam, tanggkap dulu pembuktian belakangan !

Penggerebekan kelompok dr. azhari tidak kalah serunya, ada dugaan ini hanya ingin menunjukkan sukses besar bahwa usaha polri selama ini telah berhasil untuk menutupi ketidak mampuan polri dan BIN dalam mengungkap kasus-kasus terror yang terus terjadi.
Diberitakan pula dengan yakinnya kapolri menyatakan dr.azhari sudah meninggal namun tidak dapat diidentifikasi karena meledakkan diri ….benarkah yang mati tersebut dr.azhari ? kenapa kapolri begitu yakin padahal untuk bisa membuktikannya harus ada otopsi yang memakan waktu berbulan-bulan ? diberitakan pula 3 orang teroris tewas tapi sampai saat ini tidak ada yang tau dimana jasad ke 3 orang tersebut, hal lain yang aneh dari gambar telivisi, rumah yang katanya dihuni teroris tidak terlihat tanda-tanda dihuni 10 orang, hanya ada 1 kompor minyak, tidak terlihat perabotan masak dan makan, malah rumah tersebut seperti rumah kosong. Kemudian ada lagi yang tertangkap pada saat penggerebekan tapi menurut pengakuan sang istri suaminya sedang melihat penggerebekan kemudian tiba-tiba ditangkap dan dinyatakan sebagai anggota teroris. nah lho....

Sudah bukan rahasia umum bahwa untuk membuat rekaya-rekayasa canggih untuk membentuk opini atau mencipatakan kekacauan, Amerika dan sekutunya Yahudi adalah jagonya, bukan tidak mungklin teknik-teknik rekayasa ini sudah ditularkan kepada polri dan BIN dan kemudian diadobsi. Wallahualam bissawab

Idul Fitri 1426 H, 03 November 2005



Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal yakariim, setelah kita menjalani ibadah puasa maka sampailah kita pada hari kemenangan atas segala bentuk hawa nafsu yang kita kendalikan dibulan suci Ramadhan. Selamat Idul Fitri 1426 H/ 03 November 2005.
Hakikat bulan puasa adalah pengendalian diri dari segala bentuk hawa nafsu yang memiliki tujuan dengan banyak dimensi yang diantaranya untuk menciptakan pribadi-pribadi yang kuat mental spiritual, sederhana, serta peka terhadap lingkungan social yang ada. Untuk pembuktiannya dapat dilihat pada 11 bulan kedepan yang menandakan apakah seseorang itu telah berhasil dalam mendapatkan hakikat puasa atau hanya sekadar menahan lapar dan haus.

Menyangkut puasa sebagai sarana membentuk kepekaan social sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kondisi perekonomian yang kian tidak menentu yang menyebabkan semakin beratnya kemampuan untuk memnuhi kebutuhan hidup ditambah dengan semakin meningkatnya pengangguran karena berkurangnya produksi. Ironisnya ditengah tingkat kemiskinan yang semakin meningkat masih ada sekelompok individu ( anggota DPR-RI) yang sudah mendapatkan segala fasilitas dan kecukupan sandang pangan yang dibayar dari uang rakyat masih saja merasa “miskin” dengan meminta tunjangan 100x lebih besar dari subsidi langsung bagi rakyat miskin ! dimanakah hakikat puasa yang menumbuhkan kepakaan social ???

Padahal bantuan kompensasi BBM yang diberikan pemerintah seakan tidak ada nilainya dibandingkan dengan kenaikan harga yang terjadi. Rakyat harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk mendapatkan 100 ribu sampai 300 ribu sementara anggota dewan yang terhormat cukup duduk manis bahkan sambil tertidur ketika memutuskan kebijakan untuk rakyat dan mereka baru bersuara lantang ketika menuntut kenaikan tunjangan yang katanya untuk konstituen-nya tapi tidak ada sangsi apa bila uang tersebut hanya dihabiskan untuk kesenangan pribadi dan keluarga-keluarga anggota dewan, sungguh naïf!

Dengan alasan tunjangan tersebut “akan dikembalikan kepada rakyat” begitu dalih ketua DPR yang terhormat…sungguh aneh, kalo seandainya anggota dewan yang terhormat mau bersedekah kenapa tidak dengan uang pribadi !! inilah yang disebut “Sedekah Politik” yang dilakukan untuk menunjukkan bahwa dewan memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi dan ikut memikirkan rakyat ( tapi sedekahnya pake uang rakyat…). Mungkin ini untuk menyesuaikan dengan semboyan (uang) dari rakyat untuk rakyat.

Marilah kita kembali introspeksi diri apakah kita sudah mendapatkan hakikat berpuasa atau hanya sekedar menjalankan kewajiban. Mudah-mudahan Allah swt memberikan kuatan iman yang sekuat-kuatnya agar kita mampu mengendalikan segala bentuk hawa nafsu dan dapat mencapai target puasa untuk menjadi muttaqiin. Amiiin

Tuesday, October 04, 2005

Marhaban yaa Ramadhan...

segala puji bagi Allah Swt yang hingga saat ini masih memberi kita kesempatan untuk kembali membersihkan, membakar dosa-dosa kita 11 bulan yang lalu dengan mempertemukan kita dengan bulan suci yang penuh berkah dan ampunan, bulan ramadhan 1426 H ini.

marilah kita gunakan kesempatan ini semaksimal mungkin, karena manatau ini kesempatan kita yang terakhir....................ini kesempatan kita untuk kembali menjadi fitri.

untuk mengukur apakah kita sudah memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini secara maksimal atau tidak bukan hanya pada saat kita menjalankan ibadah puasa dibulan Ramadahan ini saja, tapi yang paling menetukan berhasil atau tidaknya kita adalah 11 bulan kemudian !!

mudah-mudahan kita tidak termasuk orang-orang yang berpuasa hanya dapat lapar dan dahaga, juga bukan termasuk orang-orang yang hanya "taat" sesa'at tetapi setelah ramadhan kembali "kumat" Nauzubillahi minzalik.

Maha Suci Allah
Segala Puji Bagi Allah
dan Tidak ada tuhan selain Allah
Allah Maha Besar

Friday, July 15, 2005

penghematan................

wah sekarang mulai ramai orang-orang teriak penghematan termasuk pemerintah, padahal kita sudah punya pepatah ini yang ada sejak jaman nenek moyang kita masih hidup "hemat pangkal kaya" itu bunyinya, tapi mungkin bagi kebanyakan orang pepatah ini berlaku hanya untuk rakyat miskin supaya mereka tetap bisa bertahan, sementara untuk orang/pemerintah kaya (atau yang merasa kaya) hemat ga perlu toh hartanya/kekayaannya masih banyak, tak terfikirkan bahwa manusia terus bertambah dan segala sesuatu yang dapat dinikmati akan habis, bisa "habis" karena orangnya mati atau habis karena memang habis tak bersisa karena tak dijaga dan dihemat. sumber daya alam kita juga menurut perhitungan orang-orang pintar akan segera habis, bayangkan... kita yang saat ini menjadi tergantung dengan pinjaman-pinjaman LN sebentar lagi juga akan tergantung dengan sumber daya alam negara lain !!!

lucunya ditengah teriakan penghematan energi, ee..malahan DPR yang terhomat ngotot meminta kenaikan jatah anggaran keluar negeri! sungguh hal yang menyedihkan, "mereka" (anggota DPR) masih merasa kaya !. padahal belum tampak perubahan dinegara ini meskipun anggota DPR yang terhormat puluhan kali keluar negeri, jadi apa yang mereka lakukan selama keluar negeri..???? inilah wajah anggota dewan kita yang terhormat ...

penghematan hendaknya dalam segala hal, dan mulailah dari diri sendiri, dari keluarga ,dari lingkungan terdekat.contoh misalnya
hemat bicara maksudnya bicaralah yang perlu dan berguna, hemat beraktifitas jangan melakukan hal-hal yang tak berguna dan membuang waktu secara percuma,belilah sesuatu sesuai dengan kebutuhan dan banyak hal lain yang dapat dihemat.
mudah-mudah gerakan penghematan ini menjadi starting point bagi bangsa ini untuk "kembali" menjadi bangsa yang kaya. Amiiiin

Monday, July 04, 2005

"Peringatan Imam al-Ghazali"

Refleksi Oleh : Redaksi 20 Jun 2005 - 6:18 pm (swaramuslim.com)

imageimageKita sering jumpa masyarakat yang bangga "awam" dalam ilmu agama. Mereka bukan bodoh, tapi tak paham ilmu fardhu 'ain, dan ilmu yang fardhu kifayah.
Tanggal 4 Juni 2005, saya datang ke IAIN Bandung, memenuhi undangan seminar tentang sekularisme, liberalisme, dan pluralisme agama. Kampus IAIN Bandung sedang direncanakan untuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), seperti halnya UIN Jakarta dan UIN Yogyakarta. Dalam berbagai diskusi saya dengan mahasiswa dan dosen di berbagai UIN dan IAIN, saya mempunyai kesimpulan,
bahwa salah satu masalah mendasar yang dialami oleh kalangan akademisi dan perguruan tinggi Islam saat ini adalah masalah visi, misi, dan niat. Masalah visi dan misi terkait dengan pemahaman tentang konsep ilmu.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ilmu? Ilmu-ilmu apakah yang harus dipelajari, dan untuk apa mempelajari ilmu-ilmu tersebut.
Pendidikan, pada dasarnya berkaitan dengan masalah ilmu. Apalagi masalah pendidikan agama, yang berkaitan dengan ilmu-ilmu agama (ulumuddin). Sudah bukan rahasia lagi, kekacauan konsep ilmu telah menyebabkan munculnya dampak yang sangat serius di kalangan kaum Muslim saat ini.
Pada level perguruan tinggi, konsep keilmuan terpecah secara mendasar; ilmu agama dan ilmu umum. Perguruan Tinggi dibentuk berdasarkan konsep yang sekular itu, sehingga lahirlah universitas/Institut Umum dan Universitas/Insititut Islam. Konsep dasar ini jelas sangat keliru, karena tidak berdasarkan pada konsep keilmuan Islam. Dari konsep yang salah ini, lahirlah para cendekiawan yang terbelah, baik dalam cara berpikir, maupun dalam penguasaan keilmuan.
Mahasiswa yang belajar teknik, kedokteran, ekonomi, komputer, geologi, dan sebagainya, tidak merasa wajib untuk mempelajari ilmu-ilmu agama. Ia hanya merasa cukup sudah “beramal” dan “bersemangat” memperjuangkan Islam melalui aktivitas politik, sosial, ekonomi, dan sebagainya. Ia tidak merasa wajib untuk mempalajari ilmu-ilmu Islam, seperti Ushuluddin, bahasa Arab, Ulumul Qur’an, Ulumul hadits, ilmu fiqih, dan sebagainya.
Menurut perasaan mereka, mempelajari ilmu-ilmu agama seperti itu adalah tanggung jawab orang-orang pesantren, IAIN, dan semacamnya. Meskipun secara umum bisa dikatakan, rata-rata mahasiswa kedokteran, teknik, komputer, dan sebagainya, adalah manusia berotak cerdas, mereka tidak merasa wajib menggunakan akalnya untuk mempelajari dengan sungguh-sungguh bahasa Arab atau ulumuddin lainnya.
Mereka biasanya hanya suka mendengar ustad ceramah, seminggu sekali, atau sebulan sekali, atau melalui media radio/telivisi, dengan tradisi “jiping” (ngaji kuping).
Belajar agama dianggap sambilan, atau hanya sekedar mengisi waktu, dengan tenaga dan pikiran sisa. Mereka sanggup belajar bahasa Inggris, membayar mahal, dan bersungguh-sungguh mencurahkan pikirannya, untuk menguasai bahasa itu. Tetapi, ketika berhadapan dengan bahasa Arab, mereka merasa tidak berkepentingan sama sekali.
Padahal, Imam Syafii menjelaskan dalam Kitab Risalah, bahwa mempalajari bahasa Arab adalah fardhu 'ain, dan setiap orang Muslim wajib menguasai bahasa Arab, semaksimal mungkin, sesuai dengan kemampuannya. Artinya, adalah berdosa, jika seseorang tidak bersungguh-sungguh belajar bahasa Arab. Padahal, jika orang-orang cerdas mau bersungguh-sungguh menggunakan akalnya untuk menguasai bahasa Arab, mereka insyaallah bisa menguasainya, sebagaimana mereka mampu memguasai bahasa-bahasa asing lainnya.
Biasanya, para profesional atau kaum cendekiawan berlatarbelakang “ilmu-ilmu umum”, senang dan bangga memelihara statusnya sebagai “orang awam” dalam agama. Meskipun sudah lulus kuliah berpuluh-puluh tahun, dan menjadi orang muslim sejak lahir, mereka senang mengucapkan, “saya ini awam dalam agama.” Jadilah ia awam seumur hidupnya dalam bidang-bidang ilmu agama, tetapi sangat pakar dalam ilmu-ilmu tertentu di bidang profesinya.
Fenomena semacam ini sangat lazim kita jumpai. Mereka menjadi awam dalam ilmu-ilmu agama bukan karena otaknya bodoh, atau tidak punya waktu untuk belajar, tetapi lebih karena mereka tidak memahami konsepsi ilmu dalam Islam. Mereka tidak paham, mana ilmu yang fardhu 'ain, dan mana ilmu yang fardhu kifayah.
Padahal, konsep ini telah dijelaskan dengan gamblang oleh Imam al-Ghazali melalui kitabnya yang terkenal “Ihya’ Ulumuddin”.
Ilmu-ilmu yang berkaitan dengan masalah aqidah dan ibadah wajib, misalnya, termasuk ilmu yang fardhu ‘ain. Secara ringkas, ilmu yang fardhu ‘ain adalah ilmu yang diperlukan untuk mengamalkan kewajiban. Untuk orang-orang yang dikarunai akal yang cerdas, maka beban dan kewajiban untuk mengkaji keilmuan itu tentu lebih berat. Mereka seharusnya lebih mendalami ilmu-ilmu yang fardhu ‘ain, lebih daripada orang lain yang kurang kadar kecerdasan akalnya.
Bagi kaum cendekiawan atau ulama, maka tanggung jawab mereka juga lebih berat. Disamping wajib mengetahui yang benar, mereka juga harus mengetahui ilmu tentang hal-hal yang bathil yang tersebar di tengah masyarakat. Sebab, kata al-Ghazali, orang yang tidak mengetahui kebathilan, ia akan terperosok di dalamnya.
Ibarat seorang dokter, maka ulama wajib mengetahui ilmu tentang pengobatan dan sekaligus ilmu tentang penyakitnya.
Maka, di masa lalu, para ulama Islam, disamping menguasai ilmu-ilmu keislaman dengan mendalam, mereka juga menguasai ilmu-ilmu tentang pemikiran kontemporer ketika itu. Dengan itulah para ulama bisa menjalankan fungsinya sebagai pewaris para nabi, dengan menjaga aqidah umat.
Para ulama saat ini, misalnya, wajib memahami dengan mendalam masalah sekularisme, liberalisme, pluralisme, marxisme, dan sebagainya. Paham-paham inilah yang sekarang menguasai dunia dan mencengkeram benak kaum muslimin.
Jika para ulama tidak menguasai masalah-masalah pemikiran kontemporer, maka mereka akan menjadi “penonton yang baik” di satu arena “pertarungan pemikiran” yang dahsyat.
Mencari ilmu, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw, adalah wajib bagi setiap Muslim. Artinya, setiap hari, kaum Muslim seharusnya sibuk dalam aktivitas keilmuan. Tidak ada hari tanpa mengaji dan menambah ilmu, terutama ilmu-ilmu yang fardhu 'ain, maupun ilmu yang fardhu kifayah.
Imam al-Ghazali mencontohkan, ilmu fardhu kifayah seperti ilmu kedokteran dan ilmu berhitung. Ilmu jenis ini diperkukan untuk tegaknya sistem masyarakat. Fardhu kifayah artinya, jika sebagian kaum Muslimin sudah menguasai ilmu itu, dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan masyarakat (kifayah), maka gugurlah kewajiban itu dari sebagian kaum muslimin lainnya.
Tidak perlu semua anggota masyarakat menjadi dokter, dan tidak perlu semuanya pakar dalam
matematika, teknik elektro, teknik komputer, teknik pesawat, dan sebagainya. Cukup sebagian kaum Muslimin yang menguasai bidang ilmu fardhu kifayah.
Selain kesalahan dalam memahami konsepsi ilmu, masalah mendasar lainnya dalam masalah ilmu dan pendidikan adalah soal niat mencari ilmu. Imam al-Ghazali sudah mengingatkan dengan bahasa yang lugas dalam mukaddimah kitab “Bidayatul Hidayah”.
Kata beliau, jika seseorang mencari ilmu dengan maksud untuk sekedar hebat-hebatan, mencari pujian, atau untuk mengumpulkan harta benda, maka dia telah berjalan untuk menghancurkan agamanya, merusak dirinya sendiri, dan telah menjual akhirat dengan dunia. (Fa-anta saa’in ilaa hadmi diinika wa ihlaaki nafsika, wa bay’i aakhiratika bi dunyaaka).
Bagi Imam al-Ghazali, ilmu adalah sesuatu yang sangat mulia, dan sebab itu terlalu murah jika ilmu ditujukan untuk hal-hal yang sifatnya duniawi. Ilmu haruslah ditujukan untuk ibadah dan mencari hidayah Allah.
Siapapun yang mencari ilmu dengan niat yang mulia seperti itu, kata beliau, maka para Malaikat akan melindungi pencari ilmu itu dengan membentangkan sayapnya; dan ikan-ikan di laut mendoakan si pencari ilmu yang ikhlas dalam langkahnya.
Jika saat ini kita mengalami krisis ulama, dan pesantren serta kampus-kampus Islam tidak melahirkan ulama-ulama yang tangguh, maka kita perlu melakukan introspeksi ke dalam, apakah konsepsi ilmu dan niat dalam mencari ilmu sudah benar?
Banyak jurusan dalam ilmu-ilmu agama dibentuk, dengan tujuan untuk mencari lapangan kerja. Mereka yang lulus, banyak yang kemudian tidak tertarik untuk mengembangkan ilmunya lebih jauh, atau mengamalkan ilmunya untuk berdakwah, tetapi justru meniatkan ilmunya untuk mencari harta benda dunia, sebagaimana sudah diperingatkan oleh al-Ghazali.
Yang lebih memprihatinkan, ada kampus-kampus yang sama sekali mengabaikan masalah
ilmu, dan mendirikan lembaga pendidikan sekedar jual beli gelar. Dari kampus-kampus semacam ini akan lahir orang-orang yang menyandang gelar tertentu tanpa keilmuan yang memadai.
Peringatan Imam al-Ghazali ini sangat penting kita renungkan. Beliau menulis Kitab Ihya’ Ulumuddin dan Bidayatul Hidayah antara tahun 1096-1097, di saat awal-awal periode Perang Salib.
Saat itulah kaum Muslimin mengalami krisis politik dan militer yang sangat serius, sehingga pasukan Salib (Crusaders) yang lebih rendah tingkat peradabannya mampu mengalahkan kaum Muslimin.
Dengan penguasaan ilmu yang tinggi dan pencermatannya langsung ke beberapa wilayah kaum Muslimin, Al-Ghazali melihat pada problema yang paling mendasar yang harus dipecahkan umat Islam saat itu, yaitu masalah keilmuan dan keulamaan.
Seperti kita bahas pada Catatan Akhir Pekan (CAP) yang lalu, tugas ulama adalah sebagai pewaris para Nabi. Mereka yang harus menjaga ilmu-ilmu agama agar tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Islam.
Jika konsepsi Islam tentang ilmu dipahami dan dihayati oleh kaum Muslimin, terutama para tokoh-tokohnya, maka tidak mungkin kita mengalami krisis seperti sekarang ini.
mat akan paham, mana yang wajib dilakukan terlebih dahulu dan mana yang menjadi prioritas kemudian. Tidak mungkin kita mengalami krisis pembelajaran dirosah islamiyah, dimana jurusan-jurusan agama (Fakultas Agama Islam) adalah jurusan terakhir yang dipilih mahasiswa muslim.
Kemarin, saya berkunjung ke satu kampus di Jakarta. Ada data yang dianggap biasa: di kampus ini, jumlah mahasiswa jurusan komunikasi mencapai 400 orang, sementara mahasiswa jurusan agama hanya 15 orang. Itu pun adalah mereka-mereka yang diberi insentif untuk kuliah di situ.
Biasanya, karena merupakan pilihan terakhir, maka yang masuk ke studi agama pun, kualitas mahasiswa yang kemampuan akalnya “pas-pasan”. Masalahnya lebih rumit lagi, setelah masuknya virus liberalisme-sekularisme ke dalam sistem pendidikan Islam.
Virus ini otomatis melemahkan sendi-sendi pertahanan kaum Muslim, dan memunculkan masalah yang sangat pelik. Dari konsepsi yang keliru lahirlah sarjana yang keliru cara berpikirnya. Jika dulu paham ateisme disebarkan oleh kalangan Marxis-komunis, maka kini tidak sedikit sarjana dari kalangan studi Islam yang dengan bangga menyebarkan ateisme atau Marxisme, baik dalam bentuknya yang asli atau metamorfosisnya, seperti paham pluralisme agama atau “gender equality”.
Mudah-mudahan peringatan Imam al-Ghazali dapat menjadi bahan renungan kita bersama, dalam upaya membangun peradaban Islam yang gemilang di masa mendatang. Amin.

(Jakarta, 10 Juni 2005/hidayatullah.com)

funny poet

I wrote your name on sand it got washed.
I wrote your name in air,it was blown away.then
I wrote your name on my heart & i got Heart
Attack .

God saw me hungry, he created pizza .
He saw me thirsty, he created pepsi .
He saw me in dark, he created light .
He saw me without problems, he created YOU.

Twinkle Twinkle little star
You should know what you are
And once you know what you are
Mental hospital is not so far.

The rain makes all things beautiful grass and
flowers too.
If rain makes all things beautiful , why doesn't
it rain on you?

Roses are red, Violets are blue
monkeys like u should be kept in zoo.
Don't feel so angry , you will find me there too
not in cage , but laughing at you.

When ur life is in darkness , pray to God ,
ask him to free u from darkness ,
and if after you pray and you' re still in darkness,
pay your ELECTRICITY BILL !

Monday, June 06, 2005

kepada anakku

KEPADA ANAKKU

Di atas reruntuhan kejayaanku.Engkau akan membangun
Bangunlah setinggi Bintang Timur, wahai anakku..!
Kugantungkan harapanku Padamu....
Dan akan aku sirami. Dengan air mataku..

Biarlah ayahmu hidup dalam kesempitan dan kecemasan
Asalkan kau dapat menghayati kelapangan dan kedamaian
Pabila kau rasakan dalam hatimu sempitnya harapan
Kurasakan pula hal itu membebani jiwaku

Dan manakala alam tersenyum kepadamu
Memantullah senyumnya itu pada keharuanku...
Aku bergadang agar.Engkau nyenyak di atas tilam
Dan pabila kau tidur terlena maka sejuk pulalah mataku...

Bintangku meredup agar kau muncul sebagai Matahari
Menyinari bukit-bukit tinggi dan dataran-dataran rendah
Makin layu jua lembaran hidupku baik bunga-bunga maupun pohonnya
Hanya agar ceria dan lapang hidupmu nan indah permai...

Kuturuni tangga kehidupan agar kau naik...!
Biarlah aku diam agar kau dapat bernyanyi....
Anakku, sungguh engkau pedangku kala aku harus bertahan
Kaulah perisaiku dikala badai melanda

Engkau tumbuh dengan akhlak mulia
Tak kecewa aku berharap tak pula kau menyimpang dari jalanku
Telah kulihat kebijakanmu sejak masa kanak-kanak
Melampaui usia dan kadarmu....

Nyaris aku temukan di matamu bayang-bayang diriku
Seakan kudengar dalam nyanyianmu pantulan gita hatiku....
Nasihatku, Jangan kau mengabdi harta !
Sebutan baik buatmu lebih agung dari gemerlap kekayaan !

Jangan kau buka pintu hatimu selain untuk Cinta !
Orang mulia jauh dari iri dan dendam
Aku bermohon kehadirat Allah kebahagiaan bagimu
Baik kau penuhi harapanku atau kau sia-siakan !

Dan yang terindah dari syairku baik makna maupun gubahannya
Serta termanis senandungnya adalah engkau, wahai a n a k k u....!!

Karya : Zaky Gunshul
Penerjemah : Hamid H. Alkaff ( Alm )

Wednesday, May 18, 2005

perubahan

sambungan............




permainan selanjutnya adalah kelompok dibagi mejadi dua tim, setiap orang dlm tim saling bergandengan, setiap tim di beri satu gelang dari selang dan diminta untuk men-estafetkan gelang dari ujung ke ujung secepat mungkin dan rangkaian tdk boleh terputus. dari satu gelang ditambah menjadi 2 gelang, hanya yg satu lebih kecil dari yang lain dan tujuannya tetap sama siapa yg bisa men-estafetkan kedua gelang dari ujung ke ujung secepat mungkin. benchmarkingnya adalah waktu. dipermainan ini kita dituntut untuk inovatif dan kreatife untuk mencari cara mencapai tujuan meskipun dengan kemampuan(alat) yang terbatas. kerja sama dan kordinasi yang continue untuk bisa menandingi benchmarking-nya.

kemudian ada permainan dimana kita harus menutup mata dan membuat sesuatu yang dianggap merupakan permintaan customer. 13 orang berdiri dan ditutup matanya dan dibekali tali yang tersambung satu dengan lainnya.

bersambung...

perubahan 2



sambungan ...

nah bila dengan 4 orang berhasil berdiri secara bersama dan rangkaian tak teputus maka ditantang untuk 40 orang berdiri secara bersama dan rangkaian tdk terputus, setelah lima kali mencoba kami belum berhasil berdiri bersama, ada beberapa faktor 1) ketidak samaan cara untuk mencapai tujuan 2) kurang kerja sama 3) komunikasi 4) tidak ada leader. setelah yang keenam kita mencoba menunjuk siapa yang akan memimpin dalam hitungan dan kita sepakati cara lain yaitu dengan saling membelakangi, punggung dengan punggung dan ketika akan berdiri saling menopang.Alhamdulillah cara ini berhasil ! ternyata kita harus cermat dalam menganalisa informasi yang kita dapat, kemudian tentukan cara untuk memenuhi tuntutan sesuai dengan informasi yg kita terima,kesamaan visi/tujuan harus diikuti dengan kesamaan cara yg akan digunakan untuk mewujutkan visi/tujuan tersebut, ternyata untuk menyatukan ide dari banyak orang tidaklah mudah ! ada proses pembelajaran yang berulang :)

bersambung..........

Sunday, May 15, 2005

Perubahan

Bismillahirrahmanirrahim

kemarin selama 3 hari (13-15 mei 05) saya berkesempatan mengikuti suatu kegiatan Outbound yang diadakan di Gunung lawu tepatnya dihutan mojosemi, Sarangan jatim. ini yang pertama kali saya mengikuti kegiatan yang ditujukan untuk membangun perubahan berpikir (mainset) untuk meningkatkan potensi diri.kegiatan ini cukup melelahkan namun sangat memperikan pengaruh/motivasi kepada setiap individu untuk berfikir secara cerdas dan mampu membaca apa yang dikatakan S.W.O.T.

kegiatan dimulai jam 7 pagi dengan pemanasan /streching anggota badan kemudian berjalan sejauh 1000m dengan medan jalan yang mendaki,ada beberapa peserta terutama peserta putri yang kelelahan,sempoyongan dan perasaan mual pada 5 menit pertama, namun ini hanya merupakan yang disebut Mountain Sick namun dengan tekat untuk "belajar" maka semua peserta akhirnya sampai dihutan Mojosemi.

setelah melakukan pendinginan dan melemaskan otot2 permainanpun ddimulai. permainan diawali dengan bagaimana 2 orang dapat berdiri secara bersama2 dari posisi duduk tanpa terjatuh atawa terpisah papun dengan saling membelakangi dan menopang dipunggung temannya, kalo dah berhasil, dicoba dengan 4 orang

bersambung.................

Friday, April 15, 2005

Zionis Dalang Perang Dunia Bag.1

Zionis menyeret dunia menuju perang terbesar

Ada buku baru berjudul Stranger Than Fiction: Independent Investigation of 9-11 and The War on Terrorism karya Dr. Albert D. Pastore, Ph.D. yang diterjemahkan oleh Z.A.Maulani, mantan Kepala Badan Intelijen tertinggi di Indonesia (BAKIN) era Habibie, dengan judul Fitnah Itu Akhirnya Terungkap: Investigasi Peristiwa 11-9 dan Perang Amerika Membasmi Terorisme. Saya mendapat hadiah buku tersebut langsung dari Pak Maulani dan langsung saya baca. Begitu membuka halaman pertama, rasanya ingin segera mengetahui halaman berikutnya. Jika semua informasi dalam buku tersebut benar, maka sungguh sangat fantastis! Hemat saya, akan merugilah orang-orang yang tidak membacanya, karena mereka tanpa sadar bisa menjadi korban makar atau pengkhianatan suatu kaum yang bernama Zionis.

Aneh memang, ternyata dunia ini tidak akan pernah sepi dari perang dan perang. Sebuah wilayah yang damai sering terjadi justru setelah perang. Kemudian perdamaian itu kembali terusik oleh kerakusan manusia, maka terpeciklah kembali peperangan itu dan seterusnya hingga memutih tulang bumi, lalu kiamat. Siapakah dalang dari semua konflik di muka bumi ini, katakanlah peperangan multinasional yang pernah terjadi sejak Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945)? Albert memaparkan data-data valid tentang loby Zionis yang dipimpin Bernard Baruch, Henry Morgenthau, dan Harold Ickes yang berhasil menekan presiden AS Franklin D. Roosevelt melakukan embargo pasokan minyak Jepang dengan harapan memaksa Jepang untuk menyerang Pearl Harbour (Des, 1941). Bukti-bukti yang ada dari dokumen-dokumen pemerintah dengan jelas memperlihatkan bahwa presiden FDR jauh-jauh hari sebenarnya telah mengetahui akan adanya serangan Jepang itu dan membiarkannya terjadi agar ia dapat menyeret AS ke dalam PD-II.

Sebelumnya, dalam PD-I, ada gerakan Zionis untuk mencaplok Palestina dari kekuasaan Daulah Utsmaniyah, yang kemudian berhasil diruntuhkan oleh Zionis Mustafa Kemal Pasha pada 13 Maret 1924. Namun upaya kaum Zionis itu berhasil dipatahkan oleh kekuatan Tentara Islam Khalifah Utsmaniyah. Maka loby Zionis memanfaatkan peperangan yang saat itu terjadi antara kubu Jerman, Austria-Hongaria, dan Turki melawan tiga kekuatan Eropa lainnya, yaitu Inggris, Perancis, dan Rusia. Situasi ketika itu nampaknya kubu Turki akan menang, maka loby Zionis pimpinan Chaim Weizmann, yang ia kelak menjadi presiden pertama negara Israel, akan menyeret AS ke dalam peperangan tersebut dengan mendukung Inggris. Jika upaya itu sukses, maka Inggris akan memberi imbalan Palestina untuk mereka. Maka para makelar perang kaum Zionis seperti Bernard Baruch, Louis Brandeis, Paul Warburg, Jacob Schiff berhasil menekan presiden AS Woodrow Wilson untuk menyeret para “patriot” AS berperang bersama Inggris melalui insiden tenggelamnya kapal penumpang Lusitania (1916).

Pertanyaannya sekarang adalah sudah cukupkah dunia berperang? Lyndon Larouche, seorang tokoh ekonom dan politik terkenal yang memiliki hubungan luas dengan jaringan intelijen dunia mengeluarkan prediksi pada bulan Januari 2001, sebagai berikut: “Ada indikasi suatu perang besar dengan implikasi yang luas di Timur Tengah akan terjadi. Perang itu hanya akan terjadi bilamana pemerintah Israel bersama dengan kelompok Anglo-Amerika tertentu menghendakinya terjadi

bersambung.....

Friday, April 08, 2005

Zionis dalang perang dunia bag.2

Sekiranya mereka menghendakinya, serangkaian insiden untuk “membenarkan” kejadian itu dapat diatur...” Kini Lyndon menjadi tokoh yang dipuja-puja karena prediksinya tepat menyusul tragedi WTC 11-9.

Seorang penulis Yahudi yang anti-Zionisme, Jack Bernstein, mengatakan: “Karena sistem mata-uang di Amerika yang berlaku sekarang tidak didukung oleh emas, perak atau sesuatu yang berharga, uang dolar kertas dan receh yang terbuat dari logam timah akan menjadi tidak ada harganya. Dalam kekacauan moneter itu dan dalam usaha mendapatkan pangan dan kebutuhan sehari-hari, rakyat Amerika terpaksa akan menerima ‘Konstitusi Negara Baru’ yang telah mereka (kaum Zionis) persiapkan. Situasi ini akan menempatkan rakyat Amerika di bawah diktum ‘satu pemerintahan dunia’ (the New World Order) yang dikuasai oleh para bankir internasional yang berkiblat pada Zionisme dan kaum Yahudi Zionis (Bolshewik).

Persisnya, arah peperangan Timur Tengah akan ditentukan oleh segitiga New York–Moskow–Tel Aviv, dan hanya Tuhan yang tahu...”.

Mari kita lihat keganjilan yang terjadi pada insiden WTC 11-9 yang telah berhasil menyihir akal sehat dunia untuk memusuhi umat Islam dan memfitnah mereka sebagai teroris. Hingga detik ini investigasi terhadap insiden WTC tidak pernah berhasil membuktikan bahwa pelakunya adalah Usamah bin Laden. Namun, negara Islam Afghanistan telah rata dengan tanah! Bush-Blair pun sampai detik ini tidak pernah berhasil menemukan apa yang disebut bom pembunuh massal (Weapon Mass Demolition) yang dimiliki Saddam Hussein. Tetapi, istana Baghdad terlanjur runtuh dan jutaan rakyat Irak terbunuh oleh mesin perang AS dan sekutunya! Apakah kedua peristiwa ini belum menyadarkan tuan-tuan yang mengaku intelektual, cendekiawan, birokrat, dan para jenderal atas kebohongan AS dan sekutunya?

Baiklah kita tengok data ini. Wakil Presiden New Mexico Tech, Van Romero (Albuquerque Journal, 11-9-01) berkata: “Sungguh sangat sulit ada sesuatu di dalam pesawat yang mampu memicu kejadian seperti itu. Yang lebih mungkin, sejumlah bahan peledak diletakkan di beberapa titik strategis...”. Louis Cacchioli, petugas pemadam kebakaran dari satuan 47 Harlem, New York mengatakan: “Saya sedang membawa alat pemadam api melalui elevator menuju lantai 24 untuk mengambil posisi mengungsikan para karyawan. Beberapa saat sebelum mencapai lantai 24 sebuah bom meledak. Menurut pendapat kami, ada bom yang dipasang di dalam gedung itu.” (People.com, 12-9-01). Segala kontroversi antara skenario ‘baja meleleh’ dengan detonasi bom sebenarnya dengan mudah diselesaikan. Namun, hal itu tidak akan pernah terjadi, karena belandar-belandar dan pilar-pilar baja itu dengan cepat telah didaur-ulang oleh Walikota New York, Rudy Giulani, yang mendapat ‘Man of the Year 2001’ dari majalah Time.

Albert berhasil mengungkapkan kebohongan yang memfitnah 19 pembajak ‘Arab’ penyerang WTC, lantaran 7 di antaranya ternyata masih segar bugar. Identitas ke-19 orang tersebut ternyata hasil curian. Bahkan surat anthrax, paspor palsu, kitab suci Al-Qur’an, dan buku petunjuk latihan penerbangan, semuanya ditinggalkan di mobil agar ditemukan oleh FBI, sehingga tuduhan mereka mendapat pembenaran. Inilah operasi false-flag yang rutin dilakukan kaum Zionis untuk mengelabui dunia.Yang pasti di dalam setiap pesawat penyerang tersebut terdapat seorang Zionis yang mati, sementara korban WTC tidak seorang pun warga Israel yang mati. Dari peristiwa 11-9 ini kaum Zionislah yang meneguk keuntungan, dan karena peristiwa itu bangsa-bangsa Arab dan kaum muslimin telah menjadi korban fitnah mereka. Karena itu, serangan 11-9, surat anthrax, bom Bali, pemboman terhadap kedutaan AS di Afrika, dan berbagai ancaman teror yang berhasil digagalkan, sebenarnya direncanakan, dikoordinasikan, didanai, dilaksanakan, dan ditutup-tutupi oleh kekuatan internasional Zionisme.

Waspadalah terhadap pernyataan Ra’anan Gissin, penasihat senior Ariel Sharon: “Serangan teroris pada 11-9 dan ketegangan luar biasa di Timur Tengah menunjuk kepada hanya satu hal – Perang Dunia III. Kami sedang berada dalam situasi perang selama 18 bulan terakhir ini, yang merupakan awal dari Perang Dunia ke-3 itu. Suka tidak suka, dunia dipastikan akan berperang. Soal itu, saya yakin benar.”

(Arizona Daily Star, 27/4/02). Sudah siapkah kita berperang?
oleh :Fauzan Al-Anshari
Ketua Departemen Data dan Informasi Majelis Mujahidin Indonesia
(MMI) HP. 0811-100138
sumber :

Monday, April 04, 2005

bacaan Sadaqallahul aziem, bid'ah ?

Sadaqa Allaahu al-‘Azeem - Bid'a
(Almighty Allaah has spoken the truth)


Many people have the habit of ending a recitation from the Qur’aan with the words "Sadaqa Allaahu al-‘Azeem (Almighty Allaah has spoken the truth)," but this has no basis in Islam because the Prophet (SAW) did not do it, nor was it the custom of the Sahaabah (RU), and it was unknown among the Taabi’een (the generation after the Sahaabah). This custom arose in later times because some reciters would say these words, on the basis of the aayah: "Say: Allaah has spoken the truth" [Aal ‘Imraan 3:95 – interpretation of the meaning], and people liked this. But this istihsaan (being liked) should be rejected, because if this was really something good, the Prophet (SAW), the Sahaabah and the Taabi’een – the pious predecessors or first and best generations of the ummah – would not have neglected to do it.
The aayah "Say: Allaah has spoken the truth” (Aal ‘Imraan 3:95 – interpretation of the meaning) does not mean that these words should be said at the end of any reading or recitation. If that were the case, He (SWT) would have said, "When you finish reading, say ‘Allaah has spoken the truth,’" just as He (SWT) said (interpretation of the meaning): "So when you want to recite the Qur’aan, seek refuge with Allaah from Shaytaan (Satan), the outcast (the cursed one)." [al-Nahl 16:98]
The aayah which the innovators use to support their practice of saying "Sadaqa Allaahu al-'Azeem" after reciting Qur’aan was actually revealed in the context of confirming what was said about how all food had been lawful to Bani Isra’eel except what Isra’eel had made unlawful for himself. Allaah (SWT) said (interpretation of the meaning): "… Say [O Muhammad (SAW)]: ‘Bring here the Tawraat (Torah) and recite it, if you are truthful.’ Then, after that, whosoever shall invent a lie against Allaah, such shall indeed be the zaalimoon (disbelievers). Say [O Muhammad (SAW)], ‘Allaah has spoken the truth; follow the religion of Ibraaheem (Islamic monotheism, i.e., he used to worship Allaah alone), and he was not of al-mushrikeen (polytheists)."[Aal ‘Imraan 3:93-95]
If this aayah meant that these words should be said after reciting from the Qur’aan, the first one to know and do this would have been the Messenger of Allaah (SAW). Because this is not the case, we know that this is not what was meant.
In conclusion, therefore, saying “Sadaqa Allaahu al-‘Azeem” after reciting Qur’aan is an innovation, and the Muslim should not say it.
But believing that Allaah (SWT) has spoken the truth is obligatory, and whoever disbelieves or doubts the truth of what Allaah (SWT) has said is a kaafir who is outside of the path of Islam. We seek refuge with Allaah (SWT) from that.
If a person says "Allaah has spoken the truth" on certain occasions, such as when something He has foretold comes to pass, affirming the truth of what He has said, then this is permissible, because something similar has been reported in the Sunnah. The Prophet (SAW) was giving a speech, and al-Hasan and al-Husayn (RU) came along, so he came down from the minbar, picked them up and put them in from of him, then he said: "Indeed Allaah has spoken the truth: ‘Your wealth and your children are only a trial…’" [al-Taghaabun 64:15 – interpretation of the meaning].

Information (with permission) from Islam For All People
Izaalat al-sitaar ‘an al-jawaab al-mukhtaar by Ibn ‘Uthaymeen, 79-80. (Answer From Islam Question and Answer Library)

Wallahua'lam bissawab

Monday, March 28, 2005

arti mencintai

mencintai bukanlah bagaimana kau melupakan tapi
mencintai adalah bagimana kau
memaafkan................

mencintai bukanlah bagaimana kau mengerti tapi
mencintai adalah bagimana kau memahami................

mencintai bukanlah apa yang kau lihat tapi
mencintai adalah apa yang kau rasakan...............

mencintai bukanlah bagaimana kau memberi tapi
mencintai adalah bagaimana kau menerima...............

mencintai bukanlah bagaimana kau melepaskan tapi
mencintai adalah bagaimana kau bertahan..............

mencintai menurut kamu.........???

Thursday, March 17, 2005

sahabat dan musuh IBLIS

Diceritakan bahwa Allah Swt, menyuruh iblis datang kepada Muhammad Rasulullah agar menjawab segala pertanyaan baginda rosul. maka datanglah iblis kepada Rasulullah dengan menyerupai seorang tua yang baik lagi bersih dan ditanggannya memegang tongkat.
bertanya Rosulullah "siapakah kamu?",
kemudian orangtuapun menjawab "aku iblis !",
Rasulullah bertanya lagi "apa maksud kamu datang menjumpai aku ?"
orang tua menjawab "Allah menyuruhku datang kepadamu agar kau bertanya kepadaku...".
kemudian Baginda Rosul bertanya " hai iblis, berapa musuhmu dari kalangan umatku ?"
iblis menjawab "limabelas"
1. engkau ya Muhammad
2. imam dan pemimpin yang adil
3. orang kaya yang merendah diri
4. pedagang yang jujur dan amanah
5. orang alim yang mengerjakan sholat dengan khusu'
6. orang mukmin yang memberi nasehat
7. orang mukmin yang berkasih sayang
8. orang yang cepat dan tetap bertaubat
9. orang yang menjauhkan diri dari segala yang haram
10. orang mukmin yang selalu dalam keadaan suci
11. orang mukmin yang benyak sedekah dan derma
12. orang mukmin yang baik budi akhlaknya
13. orang mukmin yang bermanfaat kepada orang lain
14. orang yang hafal alQur'an dan selalu membacanya
15. orang yang selalu sholat malam sedang orang lain tidur

Rosul bertanya lagi " berapa banyak temanmu dikalangan umatku ?"
iblis menjawab " sepuluh golongan"
1. hakim yang tidak adil
2. orang kaya yang sombong
3. pedagang yang khianat
4. pemabuk/maksiat
5. orang yang memutuskan silaturrahmi
6. pemilik harta riba
7. pemakan harta anak yatim
8. orang selalu melalikan sholat/serinmg meninggalkan sholat
9. orang yang tidak mau mengeluarkan zakat
10. orang yang suka berhayal lagi tak bermanfaat
Poetra

Thursday, March 10, 2005

kebiasaan buruk

kali ini kita bincang-bincang soal kebiasan buruk, tentu klian taukan apa itu kebiasaan, yang menurut saya berupa tindakan yang dilakukan berulang kali dalam waktu tertentu yang bisa berdampak positif kalo kebiasaan baik dan berdampak negatif kalo kebiasaan buruk. nah menyangkut kebiasaan buruk, bangsa kita (baca=pemerintah)menurut saya punya banyak kebiasaan buruk salah satunya menyangkut penegakan hukum. misalnya dinegeri ini kasus korupsi yang trilyunan yang melibatkan pejabat atawa cukong/konglomerat tidak pernah tuntas diusut, kenapa? saya juga sering bertanya-tanya kenapa oknumnya ga ada yang ketangkep ? konon katanya ketika seorang pejabat atawa cukong yang dekat dengan kekuasaan diindikasikan sebagai tersangka koruptor,maka oknum tersebut tiba-tiba jatuh sakit, tapi mereka tidak dicekal. ketika ditanya kenapa tidak di cekal aparat penegak hukum akan bilang "si anu tidak akan kabur, jadi tidak perlu di cekal". nah seringnya ketika akan diinterogasi sang tersangka sudah "menguap" entah kemana, barulah aparat penegak hukum kalang kabut dan saling menyalahkan. anehnya kejadian ini terjadi berulang-ulang (namanya saja kebiasaan...) sehingga banyak koruptor yang kabur dan bisa dengan tenang memakan uang negara yang dibayar dari pajak rakyat, tinggal rakyat yang disuruh menanggung kerugian negara dengan kenaikan harga-harga, BBM, listrik, air, telpon dll.

contoh lain kebiasaan buruk menyangkut kepemilikan pulau-pulau yang berbatasan dengan negara lain salah satunya Ambalat yang saat ini sudah semakin memanas. sebelumnya simpadan dan ligitan juga sudah diambil malaysia melalui pengadilan internasional, kasus ini menurut koran dan berita yang saya baca sebenarnya sudah menjadi sengketa indonesia-malaysia sejak lama (saya lupa tahunnya..), tapi sayang (karena kebiasaan buruk ..) pulau-pulau itu dibiarkan saja tidak langsung dijaga atau diberi tanda bahwa pulau itu milik indonesia. setelah negara lain mengkalim (karena pulau-pulau itu tidak jelas siapa pemiliknya menurut mereka..) barulah bangsa ini sibuk bak kebakaran jenggot dan baru keliatan persatuannya. padahal masih ada beberapa pulau lagi yang potensial menimbulkan konfik wilayah...nah jangan sampai kita sibuk ngurusin Ambalat sementara pulau-pulau lain diambil sama negara orang, atau kita biarkan saja pulau kita yang dekat dengan singapura diambil oleh singapura mana tau bisa ngerubah nasib bangsa ini dari negara miskin menjadi negara maju........klian setuju....??!!

tulisan ini untuk memenuhi permintaan adik Fikri di
Yogjakarta

Wednesday, February 23, 2005

a think

orang kadang berfikir, tapi
dia tidak tau kalau dia berfikir
dengan logika berfikir apa
untuk mengetahui apa yang dia
fikirkan

fikiran kadang bisa menyesatkan, tapi
bisa juga memberi pencerahan tergantung
untuk apa dia berfikir dan seberapa
baik fikiran yang dia fikirkan

berfikir berarti mencari sesuatu yang
perlu difikirkan, tapi fikiran yang hanya
difikir namun tidak menjadi tindakan akan
menjadi afkiran alias tidak berguna

pemikiran yang dilandasi keinginan untuk
perubahan ke yang lebih baik akan
menjadi penjernihan bagi fikiran itu sendiri
dibandingkan dengan fikiran yanng hanya
difikir......................................................

who know's........

Sunday, February 20, 2005

begadang lage..

dah hampir jam 7 pagi, smalam dari jam 5 sore aku dah dikantor and dah 3 hari ini begadang trus, biasalah nyelesein blog sekalian belajar Fire dan Dream ama si isna. kayaknya ribet banget tapi sebenarnya sih ngga....nyang penting kudu ngarti kamsud scripnya, tapi aku ada yang rada ga donk ...ya Alhamdulillah sih dah banyak nyambungnya, and musti belajar trus neh ama si webmaster isna . dah ah muleh seek .....

Tuesday, February 15, 2005

kalau tak bisa...........

kalau tak bisa jadi langit jadilah tanah
tak menaungi tapi menjaga hara dan menumbuhkan
kalau tak bisa jadi bulan jadilah bintang
tak menerangi tapi mencipta keindahan
kalau tak bisa jadi bunga di taman jadilah pakis di pinggir kali
menjaga tanah melindungi ikan
kalau tak bisa jadi mawar jadilah melati
sama harum tapi tak menyakiti
kalau tak bisa............jadilah dirimu !
(yogyakarta,15/02/05)

Monday, February 14, 2005

jauh dimata dekat dihati..oh

dah dua minggu ini my lady ga ada beside me, soale de'e lagi pelatihan kejakarta, bandung, n cilacap, kasian myhoney capek keliling2 terus, tapi mudah2an semua ini sebagai jalan supaya daku dan honeyku bisa
kumpul .and lebih sering ketemu.......Amiiiin

Sunday, February 13, 2005

akhirnya

Alhamdulillah, akhirnya jadi juga tambilan baru webblogku, hasil kerja belajar dengan sohib masterku mr.bangbush
wah jadi ok bukan tampilannya walaupun rada brantakan, maklumlah beginer boo...

Tuesday, January 25, 2005

sedih

Assalamualaikum,
apa kabar semua? sudah hampir sebulan ini aku bersedih, karena kampungku aceh terkena tsunami,walaupuntempat kelahirankutak kena tapiaku ikut merasakan kehilangan sodara-sodara yang diaceh. tapi apa daya kita semua manusia yang tak dapat menghindar dari kuasa Allah swt. cuma aku yakin bahwa musibah ini mengandung banyak hikmah !, antara lain kita diingatkan bahwa apapun jabatan kita, berapapun kekayaan kita, sehebat apapunkita , kita tetaplahh mahluk yang lemah yang harus tunduk, yang tak bisa melawan dengan hukum Allah swt. juga menyadarkan kita untuk slalu memperhatikan sodara-sodara kita yang lemah, yang serba kekurangan. kenapa saya bilang begini ? karena setelah tsunami barulah semua perhatian dicurahkan keaceh, yang selama ini kita tau penderitaan mereka lewat media,tapi kita tak peduli ! (nanti ku sambung lagi, soale aku ngajar jee....)