Thursday, March 10, 2005

kebiasaan buruk

kali ini kita bincang-bincang soal kebiasan buruk, tentu klian taukan apa itu kebiasaan, yang menurut saya berupa tindakan yang dilakukan berulang kali dalam waktu tertentu yang bisa berdampak positif kalo kebiasaan baik dan berdampak negatif kalo kebiasaan buruk. nah menyangkut kebiasaan buruk, bangsa kita (baca=pemerintah)menurut saya punya banyak kebiasaan buruk salah satunya menyangkut penegakan hukum. misalnya dinegeri ini kasus korupsi yang trilyunan yang melibatkan pejabat atawa cukong/konglomerat tidak pernah tuntas diusut, kenapa? saya juga sering bertanya-tanya kenapa oknumnya ga ada yang ketangkep ? konon katanya ketika seorang pejabat atawa cukong yang dekat dengan kekuasaan diindikasikan sebagai tersangka koruptor,maka oknum tersebut tiba-tiba jatuh sakit, tapi mereka tidak dicekal. ketika ditanya kenapa tidak di cekal aparat penegak hukum akan bilang "si anu tidak akan kabur, jadi tidak perlu di cekal". nah seringnya ketika akan diinterogasi sang tersangka sudah "menguap" entah kemana, barulah aparat penegak hukum kalang kabut dan saling menyalahkan. anehnya kejadian ini terjadi berulang-ulang (namanya saja kebiasaan...) sehingga banyak koruptor yang kabur dan bisa dengan tenang memakan uang negara yang dibayar dari pajak rakyat, tinggal rakyat yang disuruh menanggung kerugian negara dengan kenaikan harga-harga, BBM, listrik, air, telpon dll.

contoh lain kebiasaan buruk menyangkut kepemilikan pulau-pulau yang berbatasan dengan negara lain salah satunya Ambalat yang saat ini sudah semakin memanas. sebelumnya simpadan dan ligitan juga sudah diambil malaysia melalui pengadilan internasional, kasus ini menurut koran dan berita yang saya baca sebenarnya sudah menjadi sengketa indonesia-malaysia sejak lama (saya lupa tahunnya..), tapi sayang (karena kebiasaan buruk ..) pulau-pulau itu dibiarkan saja tidak langsung dijaga atau diberi tanda bahwa pulau itu milik indonesia. setelah negara lain mengkalim (karena pulau-pulau itu tidak jelas siapa pemiliknya menurut mereka..) barulah bangsa ini sibuk bak kebakaran jenggot dan baru keliatan persatuannya. padahal masih ada beberapa pulau lagi yang potensial menimbulkan konfik wilayah...nah jangan sampai kita sibuk ngurusin Ambalat sementara pulau-pulau lain diambil sama negara orang, atau kita biarkan saja pulau kita yang dekat dengan singapura diambil oleh singapura mana tau bisa ngerubah nasib bangsa ini dari negara miskin menjadi negara maju........klian setuju....??!!

tulisan ini untuk memenuhi permintaan adik Fikri di
Yogjakarta

0 comments: