Friday, April 15, 2005

Zionis Dalang Perang Dunia Bag.1

Zionis menyeret dunia menuju perang terbesar

Ada buku baru berjudul Stranger Than Fiction: Independent Investigation of 9-11 and The War on Terrorism karya Dr. Albert D. Pastore, Ph.D. yang diterjemahkan oleh Z.A.Maulani, mantan Kepala Badan Intelijen tertinggi di Indonesia (BAKIN) era Habibie, dengan judul Fitnah Itu Akhirnya Terungkap: Investigasi Peristiwa 11-9 dan Perang Amerika Membasmi Terorisme. Saya mendapat hadiah buku tersebut langsung dari Pak Maulani dan langsung saya baca. Begitu membuka halaman pertama, rasanya ingin segera mengetahui halaman berikutnya. Jika semua informasi dalam buku tersebut benar, maka sungguh sangat fantastis! Hemat saya, akan merugilah orang-orang yang tidak membacanya, karena mereka tanpa sadar bisa menjadi korban makar atau pengkhianatan suatu kaum yang bernama Zionis.

Aneh memang, ternyata dunia ini tidak akan pernah sepi dari perang dan perang. Sebuah wilayah yang damai sering terjadi justru setelah perang. Kemudian perdamaian itu kembali terusik oleh kerakusan manusia, maka terpeciklah kembali peperangan itu dan seterusnya hingga memutih tulang bumi, lalu kiamat. Siapakah dalang dari semua konflik di muka bumi ini, katakanlah peperangan multinasional yang pernah terjadi sejak Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945)? Albert memaparkan data-data valid tentang loby Zionis yang dipimpin Bernard Baruch, Henry Morgenthau, dan Harold Ickes yang berhasil menekan presiden AS Franklin D. Roosevelt melakukan embargo pasokan minyak Jepang dengan harapan memaksa Jepang untuk menyerang Pearl Harbour (Des, 1941). Bukti-bukti yang ada dari dokumen-dokumen pemerintah dengan jelas memperlihatkan bahwa presiden FDR jauh-jauh hari sebenarnya telah mengetahui akan adanya serangan Jepang itu dan membiarkannya terjadi agar ia dapat menyeret AS ke dalam PD-II.

Sebelumnya, dalam PD-I, ada gerakan Zionis untuk mencaplok Palestina dari kekuasaan Daulah Utsmaniyah, yang kemudian berhasil diruntuhkan oleh Zionis Mustafa Kemal Pasha pada 13 Maret 1924. Namun upaya kaum Zionis itu berhasil dipatahkan oleh kekuatan Tentara Islam Khalifah Utsmaniyah. Maka loby Zionis memanfaatkan peperangan yang saat itu terjadi antara kubu Jerman, Austria-Hongaria, dan Turki melawan tiga kekuatan Eropa lainnya, yaitu Inggris, Perancis, dan Rusia. Situasi ketika itu nampaknya kubu Turki akan menang, maka loby Zionis pimpinan Chaim Weizmann, yang ia kelak menjadi presiden pertama negara Israel, akan menyeret AS ke dalam peperangan tersebut dengan mendukung Inggris. Jika upaya itu sukses, maka Inggris akan memberi imbalan Palestina untuk mereka. Maka para makelar perang kaum Zionis seperti Bernard Baruch, Louis Brandeis, Paul Warburg, Jacob Schiff berhasil menekan presiden AS Woodrow Wilson untuk menyeret para “patriot” AS berperang bersama Inggris melalui insiden tenggelamnya kapal penumpang Lusitania (1916).

Pertanyaannya sekarang adalah sudah cukupkah dunia berperang? Lyndon Larouche, seorang tokoh ekonom dan politik terkenal yang memiliki hubungan luas dengan jaringan intelijen dunia mengeluarkan prediksi pada bulan Januari 2001, sebagai berikut: “Ada indikasi suatu perang besar dengan implikasi yang luas di Timur Tengah akan terjadi. Perang itu hanya akan terjadi bilamana pemerintah Israel bersama dengan kelompok Anglo-Amerika tertentu menghendakinya terjadi

bersambung.....

0 comments: