Sunday, November 27, 2005

memilukan

berapa waktu lalu ketika kenaikan bbm yang begitu meyengsarakan rakyat kecil, wakil presiden dengan entengnya mengatakan "kalo tak bisa beli bensin ya jalan kaki", ketika para petani dan masyarakat menjerit meminta untuk tidak import beras agar harga beras tidak turun, wakil presiden dengan entengnya juga mengatakan" import beras akan tetap dilakukan", ketika wakil presiden didemo para guru tentang kesejahteraan guru, dengan mimik emosi wakil presiden mengatakan "jangan melecehkan bangsa ini, gaji guru toh tidak habis dalam satu hari" , tentang masih banyaknya sekolah yang rusak dan tak layak wakil presiden mengatakan "toh masih lebih baik dari kandang ayam",...sungguh memilukan, sebenarnya siapa yang melecehkan masyarakat yang sudah miskin ?, siapa yang melecehkan petani ?, siapa yang melecehkan para guru ?, dan siapa yang melecehkan bangsa ini dengan pernyataan macam ini ?

Thursday, November 10, 2005

Berita Baru dengan Cara lama..



Hari ini media TV maupun surat kabar dihebohkan dengan berita penggerebekan rumah kelompook dr.azhari yang katanya sebagai gembong teroris nomor wahid yang dicari pemerintah Indonesia. Namun banyak sekali kejanggalan-janggalan yang saya rasakan dalam kasus ini. Beberapa hari sebelum adanya berita penggerebekan kelompok dr.azhari muncul kasus pembunuhan dan penembakan pelajar didaerah poso dan juga tawuran antar desa serempak dibeberapa wilayah. Pembunhuan 3 pelajar hingga kini belum jelas siapa pelakunya sudah muncul lagi kasus penembakan 2 pelajar yang menyebabkan banyak pihak bertanya-tanya kenapa ini bisa terjadi ? apa saja kerja intel polisi dan Negara selama ini ? penyelesian kasus-kasus pengeboman yang terjadi selalu terkesan polri tidak mempunyai kemampuan untuk meyelesaikannya bila tidak ada data intelejen luar negeri dalam hal ini Amerika maupun Australia. Padahal kebenaran dari informasi luar negeri belum tentu benar tapi itulah Indonesia dengan polri dan bin-nya selalu mau dicekoki informasi dari luar yang selalu dianggap benar yang akibatnya banyak sekali kejadian salah tangkap terutama terhadap aktivis-aktivis islam. Cara-cara yang digunakan pun menggunakan cara-cara Amerika yang selalu menebarkan kebencian terhadap agama islam, tanggkap dulu pembuktian belakangan !

Penggerebekan kelompok dr. azhari tidak kalah serunya, ada dugaan ini hanya ingin menunjukkan sukses besar bahwa usaha polri selama ini telah berhasil untuk menutupi ketidak mampuan polri dan BIN dalam mengungkap kasus-kasus terror yang terus terjadi.
Diberitakan pula dengan yakinnya kapolri menyatakan dr.azhari sudah meninggal namun tidak dapat diidentifikasi karena meledakkan diri ….benarkah yang mati tersebut dr.azhari ? kenapa kapolri begitu yakin padahal untuk bisa membuktikannya harus ada otopsi yang memakan waktu berbulan-bulan ? diberitakan pula 3 orang teroris tewas tapi sampai saat ini tidak ada yang tau dimana jasad ke 3 orang tersebut, hal lain yang aneh dari gambar telivisi, rumah yang katanya dihuni teroris tidak terlihat tanda-tanda dihuni 10 orang, hanya ada 1 kompor minyak, tidak terlihat perabotan masak dan makan, malah rumah tersebut seperti rumah kosong. Kemudian ada lagi yang tertangkap pada saat penggerebekan tapi menurut pengakuan sang istri suaminya sedang melihat penggerebekan kemudian tiba-tiba ditangkap dan dinyatakan sebagai anggota teroris. nah lho....

Sudah bukan rahasia umum bahwa untuk membuat rekaya-rekayasa canggih untuk membentuk opini atau mencipatakan kekacauan, Amerika dan sekutunya Yahudi adalah jagonya, bukan tidak mungklin teknik-teknik rekayasa ini sudah ditularkan kepada polri dan BIN dan kemudian diadobsi. Wallahualam bissawab

Idul Fitri 1426 H, 03 November 2005



Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal yakariim, setelah kita menjalani ibadah puasa maka sampailah kita pada hari kemenangan atas segala bentuk hawa nafsu yang kita kendalikan dibulan suci Ramadhan. Selamat Idul Fitri 1426 H/ 03 November 2005.
Hakikat bulan puasa adalah pengendalian diri dari segala bentuk hawa nafsu yang memiliki tujuan dengan banyak dimensi yang diantaranya untuk menciptakan pribadi-pribadi yang kuat mental spiritual, sederhana, serta peka terhadap lingkungan social yang ada. Untuk pembuktiannya dapat dilihat pada 11 bulan kedepan yang menandakan apakah seseorang itu telah berhasil dalam mendapatkan hakikat puasa atau hanya sekadar menahan lapar dan haus.

Menyangkut puasa sebagai sarana membentuk kepekaan social sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kondisi perekonomian yang kian tidak menentu yang menyebabkan semakin beratnya kemampuan untuk memnuhi kebutuhan hidup ditambah dengan semakin meningkatnya pengangguran karena berkurangnya produksi. Ironisnya ditengah tingkat kemiskinan yang semakin meningkat masih ada sekelompok individu ( anggota DPR-RI) yang sudah mendapatkan segala fasilitas dan kecukupan sandang pangan yang dibayar dari uang rakyat masih saja merasa “miskin” dengan meminta tunjangan 100x lebih besar dari subsidi langsung bagi rakyat miskin ! dimanakah hakikat puasa yang menumbuhkan kepakaan social ???

Padahal bantuan kompensasi BBM yang diberikan pemerintah seakan tidak ada nilainya dibandingkan dengan kenaikan harga yang terjadi. Rakyat harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk mendapatkan 100 ribu sampai 300 ribu sementara anggota dewan yang terhormat cukup duduk manis bahkan sambil tertidur ketika memutuskan kebijakan untuk rakyat dan mereka baru bersuara lantang ketika menuntut kenaikan tunjangan yang katanya untuk konstituen-nya tapi tidak ada sangsi apa bila uang tersebut hanya dihabiskan untuk kesenangan pribadi dan keluarga-keluarga anggota dewan, sungguh naïf!

Dengan alasan tunjangan tersebut “akan dikembalikan kepada rakyat” begitu dalih ketua DPR yang terhormat…sungguh aneh, kalo seandainya anggota dewan yang terhormat mau bersedekah kenapa tidak dengan uang pribadi !! inilah yang disebut “Sedekah Politik” yang dilakukan untuk menunjukkan bahwa dewan memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi dan ikut memikirkan rakyat ( tapi sedekahnya pake uang rakyat…). Mungkin ini untuk menyesuaikan dengan semboyan (uang) dari rakyat untuk rakyat.

Marilah kita kembali introspeksi diri apakah kita sudah mendapatkan hakikat berpuasa atau hanya sekedar menjalankan kewajiban. Mudah-mudahan Allah swt memberikan kuatan iman yang sekuat-kuatnya agar kita mampu mengendalikan segala bentuk hawa nafsu dan dapat mencapai target puasa untuk menjadi muttaqiin. Amiiin